Jamkrida Bali Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Siapkan Fondasi untuk Go Nasional
(Foto Dokumentasi Pemegang Saham dan Manajemen PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025)
Denpasar – PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan RUPS LB Tahun 2026 pada Selasa (10/03/2026) di Ruang Rapat Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali. Melalui forum ini dengan struktur manajemen yang baru perusahaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat UMKM di Provinsi Bali dengan terus meningkatkan kinerja serta memperluas kapasitas bisnis di industri penjaminan.
RUPS dipimpin oleh Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda), Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, dan dihadiri oleh para pemegang saham yang terdiri dari Gubernur Bali, Bupati Badung, Bupati Karangasem, Bupati Klungkung, Wakil Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Tabanan, Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Asisten II, Pemerintah Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Asisten II, dan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang diwakili oleh Asisten I. Turut hadir pula Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Provinsi Bali. Dalam rapat tersebut, Direksi menyampaikan laporan kinerja perusahaan Tahun Buku 2025 sekaligus memaparkan arah strategis pengembangan usaha ke depan.
Direktur Bisnis Jamkrida Bali, I Made Gde Budi Dwipayana, menyampaikan bahwa tahun 2025 perusahaan mencatat pertumbuhan positif baik dari segi bisnis maupun keuangan. Sepanjang tahun 2025, Jamkrida Bali telah menjamin 101.862 pelaku usaha, meningkat 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total plafon penjaminan yang terealisasi mencapai lebih dari Rp8,31 triliun. Secara kumulatif sejak berdiri pada tahun 2011, total plafon penjaminan yang telah dijamin mencapai Rp54,71 triliun dengan jumlah pelaku usaha yang memperoleh penjaminan sebanyak 771.022 Terjamin.
Penjaminan tersebut mencakup sektor produktif meliputi sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, jasa, konstruksi dan industri kreatif. Selain itu, perusahaan juga telah meralisasikan penjaminan Surety Bond dan Kontra Bank Garansi atas proyek konstruksi pengadaan barang dan jasa.
Hingga akhir tahun 2025, Jamkrida Bali telah menjalin kerja sama dengan 894 mitra kerja, yang terdiri dari Bank Umum, BPR, koperasi, LPD, BUMDes, lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, hingga agen penjaminan.
“Pertumbuhan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Jamkrida Bali dengan lembaga keuangan serta para pelaku usaha di Provinsi Bali. Saat ini kami terus mendorong inovasi produk penjaminan dan peningkatan pelayanan agar dapat menjawab kebutuhan pembiayaan yang semakin dinamis,” ujarnya.
Dari sisi keuangan, Direktur Keuangan Jamkrida Bali, Agus Adi Sana Putra, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Berdasarkan Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025, Jamkrida Bali mencatat laba bersih sebesar Rp8,77 miliar terealisasi 32,43 persen diatas target yang ditetapkan atau meningkat mencapai 23,81 persen dibandingkan realisasi laba tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp588,46 miliar, atau tumbuh sekitar 19,23 persen secara tahunan.
“Peningkatan laba dan aset ini mencerminkan strategi bisnis yang ekspansif namun tetap prudent sesuai dengan ketentuan penjaminan yang berlaku. Kepercayaan dari lembaga keuangan terhadap kapasitas penjaminan Jamkrida Bali menjadi faktor penting dalam pertumbuhan kinerja perusahaan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kredibilitas dan kepercayaan publik, PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) juga berhasil memperoleh peringkat idBBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut menunjukkan kapasitas perusahaan yang relatif kuat dalam memenuhi komitmen finansialnya serta mencerminkan prospek bisnis yang positif, sehingga makin mempertegas posisi Jamkrida Bali sebagai salah satu lembaga penjaminan daerah yang kredibel dan memiliki peluang untuk memperoleh izin perluasan lingkup wilayah usaha secara nasional.
Dalam RUPS tersebut, manajemen juga memaparkan rencana bisnis lima tahun ke depan yang difokuskan pada penguatan kapasitas usaha dan pengembangan layanan penjaminan. Beberapa strategi utama yang akan dijalankan antara lain pengembangan produk penjaminan baru, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi teknologi informasi, penguatan manajemen risiko, serta perluasan kerja sama dengan lembaga keuangan nasional.
Selain mendorong pertumbuhan bisnis, arah pengembangan tersebut juga diselaraskan dengan program pembangunan daerah yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, khususnya melalui implementasi konsep pembangunan Ekonomi Kerthi Bali. Melalui penguatan akses pembiayaan dan penjaminan bagi UMKM dan koperasi Jamkrida Bali berkomitmen untuk turut memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan daya saing usaha lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan berlandaskan kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, turut memberikan arahan kepada manajemen dan para pemegang saham Jamkrida Bali. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja perusahaan yang dinilai terus menunjukkan pertumbuhan positif serta berkontribusi nyata dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di Bali. Gubernur juga mendorong seluruh pemegang saham, khususnya pemerintah kabupaten/kota se-Bali, untuk mendukung peningkatan penyertaan modal kepada Jamkrida Bali sehingga kapasitas penjaminan dapat semakin diperkuat dan mampu memberikan akses keuangan yang lebih luas kepada UMKM di Bali.
Lebih lanjut, Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan berbagai produk penjaminan yang dimiliki Jamkrida Bali, termasuk penjaminan kredit, surety bond, serta kontra bank garansi. Optimalisasi produk-produk tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk dan usaha asli Bali yang secara langsung berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian Provinsi Bali.
Salah satu arah strategis yang menjadi perhatian dalam RUPS adalah rencana pengembangan ruang lingkup usaha Jamkrida Bali menuju perusahaan penjaminan skala nasional. Langkah ini sejalan dengan dorongan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali serta dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi Bali agar perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dan ekspansi usahanya
Direktur Utama Jamkrida Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, menyampaikan bahwa perusahaan optimis dapat memperluas peran di industri penjaminan nasional.
“Terget kedepan, Jamkrida Bali tidak hanya berperan sebagai lembaga penjamin daerah, tetapi juga diproyeksikan menjadi perusahaan penjaminan yang mampu bersaing secara nasional. Dengan dukungan pemegang saham dan seluruh stakeholder, kami optimistis target tersebut dapat diwujudkan,” ujarnya.
Selain memperkuat strategi bisnis, Jamkrida Bali juga terus menanamkan budaya kerja perusahaan yakni GAMES, yang meliputi GCG (Good Corporate Governance), Awareness (kesadaran penuh terhadap peran, tanggung jawab, risiko, serta dampak dari setiap tindakan yang dilakukan dalam lingkungan kerja.), Measurement (mencerminkan budaya kerja yang berbasis pada kinerja terukur, data, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan), Compliance (sikap patuh terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan internal, serta standar operasional perusahaan) dan Sustainability (mencerminkan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkesinambungan bagi perusahaan, pemangku kepentingan, dan lingkungan)
Melalui langkah-langkah tersebut, Jamkrida Bali berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi mitra kerja dan pelaku usaha.